Ibarat daun yang gugur di sapu angin dalam
terik matahari yang tak mampu aku
hindari untuk menggersangkan urat yang terbentuk di belahan lengan ku
Hari ini adalah
tepat bulan ke-3 sebelum aku melaksanakan Ujian Nasioanal yang mana kami semua
kelas XII sudah mulai kebingungan tentang apa yang akan kami hadapi selanjutnya
,tentunya yang paling kami takutkan ada dua hal pertama ujian nasional dan yang
kedua berpisah dengan teman –teman seperjuangan
ya, namun tadi pagi gue dapet info dari wali kelas gue bahwa mulai minggu depan
kelas gue akan mendapatkan jam tambahan atau biasanya di sebut les sore ,
berawal dari sini nama gue eiun itu
panggilan akrab gue bisalah teman – teman suka yang simpel simpel nama asli gue
mariun nani, umur gue 18 tahun lebih 14
hari , gue orang yang terpendek di antara teman gue dan paling pemalu sama
cewek , kebiasaan gue dan teman –teman
gue di kelas adalah ribut dan tentunya
bermain sepakbola,
nah daftar teman- teman gue
pertama
namanya bayu anak ini pemamals dan tidak
taat peraturaan tapi hati nya baik
kedua namanya
nurdin dia ini udah pikiranya agak sedikit dewasa tapi agak mirip dengan bayu
yg ketiga namanya
dani dia ini play boy top kecer selain itu dia juga tukang tidur di kelas
yang ke empat
namyanya putra di juga paly boytapi predikatnya lebih tinggi sedikit ya top
jari manis dah
yang kelima
namanya irwan orangnya keren dan di juga
adalah arwah OSIS
yang keenam
namanya jalaludin dia ini back kelas kami kalau main sepakbola
selasa pagi ini dalah hari yang lumayan baik
bagi kami dan tentunya bagi gue pasalnya hari ini kelas gue akan berolah raga
dan tentunya sudah pasti kami akan bermain sepak bola ,
itu lah yang kami
tunggu,
mariun “bu
aku berangkat sekolah
ibu “ eh ya (
melanjutkan menyapu rumah )
mariun “ bu si
black nenjer belum di isi dari kemarin ( sambil melihat tengki motor)
ibu” kamu ada da
saja nih untuk beli bensin ‘
mariun “ maksih
bu aku berangkat , ass’alamualaikum
tepat di
persimpangan jalan truk besar berhenti salah seorang berdiri mengangkat tangan
pertanda
berbeloknya truk tersebut debu kian makin berterbaran suara klakson trus
berderma
tepat di
belakangnya telah berjejer motor yang
siap mendobrak kebisingan dan kekakuan muka jalanan terkadangan oleh nya tercium bau wangian yang
berasal dari salah seorang pengendara tentunya aroma seorang wanita, terkibas
bau asap yang berderu bercampur parfum yang tersayat mengalir di belahan bibir
yang terus bergumam akan keadaan ,
kini ia menenggok dan seolah ia tak percaya
melihat wanita yang tak ia kenal namun tlah melekat di hati dalam gumaman dan
kebisingan suara yang tak jelas arah dan
dari mana datangnya
No comments:
Post a Comment