Friday, April 15, 2016

aku tak mampu mengenal




     Ibarat daun yang gugur di sapu angin dalam terik matahari  yang tak mampu aku hindari untuk menggersangkan urat yang terbentuk di belahan lengan ku
Hari ini adalah tepat bulan ke-3 sebelum aku melaksanakan Ujian Nasioanal yang mana kami semua kelas XII sudah mulai kebingungan tentang apa yang akan kami hadapi selanjutnya ,tentunya yang paling kami takutkan ada dua hal pertama ujian nasional dan yang kedua berpisah dengan teman –teman  seperjuangan ya, namun tadi pagi gue dapet info dari wali kelas gue bahwa mulai minggu depan kelas gue akan mendapatkan jam tambahan atau biasanya di sebut  les sore ,
   berawal dari sini nama gue eiun itu panggilan akrab gue bisalah teman – teman suka yang simpel simpel nama asli gue mariun nani, umur gue 18 tahun  lebih 14 hari , gue orang yang terpendek di antara teman gue dan paling pemalu sama cewek , kebiasaan gue  dan teman –teman gue di kelas  adalah ribut dan tentunya bermain sepakbola,
 nah daftar teman- teman gue
pertama namanya  bayu anak ini pemamals dan tidak taat peraturaan tapi hati nya baik
kedua namanya nurdin dia ini udah pikiranya agak sedikit dewasa tapi agak mirip dengan bayu
yg ketiga namanya dani dia ini play boy top kecer selain itu dia juga tukang tidur di kelas
yang ke empat namyanya putra di juga paly boytapi predikatnya lebih tinggi sedikit ya top jari manis dah
yang kelima namanya irwan orangnya  keren dan di juga adalah arwah OSIS
yang keenam namanya jalaludin dia ini back kelas kami kalau main sepakbola
 selasa pagi ini dalah hari yang lumayan baik bagi kami dan tentunya bagi gue pasalnya hari ini kelas gue akan berolah raga dan tentunya sudah pasti kami akan bermain sepak bola ,
itu lah yang kami tunggu,  
mariun     “bu  aku berangkat sekolah
ibu “ eh ya ( melanjutkan menyapu rumah )
mariun “ bu si black nenjer belum di isi dari kemarin ( sambil melihat tengki motor)
ibu” kamu ada da saja nih untuk beli bensin ‘
mariun “ maksih bu aku berangkat , ass’alamualaikum

tepat di persimpangan jalan truk besar berhenti salah seorang  berdiri mengangkat tangan
pertanda berbeloknya truk tersebut debu kian makin berterbaran suara klakson trus berderma
tepat di belakangnya telah berjejer motor  yang siap mendobrak kebisingan dan kekakuan muka jalanan  terkadangan oleh nya tercium bau wangian yang berasal dari salah seorang pengendara tentunya aroma seorang wanita, terkibas bau asap yang berderu bercampur parfum yang tersayat mengalir di belahan bibir yang terus bergumam akan keadaan ,
 kini ia menenggok dan seolah ia tak percaya melihat wanita yang tak ia kenal namun tlah melekat di hati dalam gumaman dan kebisingan suara  yang tak jelas arah dan dari mana datangnya

No comments:

Post a Comment