Dunia ini sangat rumit takmampu aku
terjemahkan untuk memahami dan menggenggamnya, ibu aku merindukan mu aku sangat
menyayangimu tapi kehidupan di sini menganjurkan ku untuk lengah terhadap kasih
sanyang yang kau berikan,aku takut jauh dari mu , aku teringat saat adik ku
menangis gara-gara tangan ku raut wajahnya tak akan bisa ku lupakan aku
menyayangi mereka , didalam hati ku aku ingin menjadi pelindung yang kuat dan
mampu memberikan segala yang mereka inginkan namun sampai saat ini aku masih
sangat jauh dari apa yang biasa kakak tertua lakukan, aku melihat para kakak
kujauh lebih berhasil saat tiba waktu mereka , namun kini ketika tiba waktu
untuk menjadi kakak yang baik aku kehilangan kesiapan dan akhirnya taksanggup
memberi yang terbaik untuk mereka, di dalam hati tersimpan sebuah mimpi yang
besar yang ingin ku katakan kepada semua orang yang ku temui menceritakan dapan
memberikan penmahaman untuk impian ku.
Ketika aku merasakan kehilangan dan melihat orang yang ingin ku angkat
terlepas dari daya dan kekuatan ku di saat itulah mimpi terlahir aku memang
punya mimpi tanpa senyum dan kasih mu ibu ku, aku terperangkap dalam penjara
kaca bening kulihat lalu lalang orang memainkan daun hijau yang seketika
mengering kulihat iar yang jernih seketika menjadi kotor dan berbau gaduhnya
perilaku hitam putih yang terus tidak akan pernah menyatu meski semua memiliki
jiwa yang sesungguhnya penuh dengan kasih sayang.
Ibu telah ku simpan rautan wajah
dan kasih sayang mu di dalam hati ku, engkaulah yang kuharapkan utuk selalu
berada dengan ridhomu untuk ku tuhan ku merestui itu
No comments:
Post a Comment