Saturday, April 16, 2016

Beranda Hati




     Dunia ini sangat rumit takmampu aku terjemahkan untuk memahami dan menggenggamnya, ibu aku merindukan mu aku sangat menyayangimu tapi kehidupan di sini menganjurkan ku untuk lengah terhadap kasih sanyang yang kau berikan,aku takut jauh dari mu , aku teringat saat adik ku menangis gara-gara tangan ku raut wajahnya tak akan bisa ku lupakan aku menyayangi mereka , didalam hati ku aku ingin menjadi pelindung yang kuat dan mampu memberikan segala yang mereka inginkan namun sampai saat ini aku masih sangat jauh dari apa yang biasa kakak tertua lakukan, aku melihat para kakak kujauh lebih berhasil saat tiba waktu mereka , namun kini ketika tiba waktu untuk menjadi kakak yang baik aku kehilangan kesiapan dan akhirnya taksanggup memberi yang terbaik untuk mereka, di dalam hati tersimpan sebuah mimpi yang besar yang ingin ku katakan kepada semua orang yang ku temui menceritakan dapan memberikan penmahaman untuk impian ku.
   Ketika aku merasakan kehilangan dan melihat orang yang ingin ku angkat terlepas dari daya dan kekuatan ku di saat itulah mimpi terlahir aku memang punya mimpi tanpa senyum dan kasih mu ibu ku, aku terperangkap dalam penjara kaca bening kulihat lalu lalang orang memainkan daun hijau yang seketika mengering kulihat iar yang jernih seketika menjadi kotor dan berbau gaduhnya perilaku hitam putih yang terus tidak akan pernah menyatu meski semua memiliki jiwa yang sesungguhnya penuh dengan kasih sayang.
   Ibu telah ku simpan  rautan wajah dan kasih sayang mu di dalam hati ku, engkaulah yang kuharapkan utuk selalu berada dengan ridhomu untuk ku tuhan ku merestui itu

No comments:

Post a Comment